Massa sebuah benda menggambarkan jumlah zat yang
terkandung didalamnya.yang merupakan suatu nilai tetap berbagai metode telah
digunakan untuk menentukan massa bumi 1735, ahli matematika pierre bouguer,
ketika sedang berada di ekuador mengukur jarak simpang tali yang di sebabkan oleh gaya grafitasi sebuah gunung.
Instrument peka yang di sebut imbangan pemulasan pada umumnya di gunakan pada zaman modern untuk
menentukan massa bumi.menurut taksiran, massa bumi adalah 5,98 x 1029 g.
Bumi
Bumi adalah planet ketiga dari
delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 miliar tahun. Jarak antara
Bumi dengan matahari
adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU (Inggris: Astronomical Unit). Kala rotasi bumi
adalah 23 jam 56 menit 4 detik. Sedangkan kala revolusinya adalah 365,25 hari.
Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer)
yang melindung permukaan Bumi dari angin surya,
sinar ultraviolet
dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti Bumi
hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer,
Mesosfer, Termosfer dan Eksosfer.
Lapisan
ozon, setinggi 50 kilometer, berada di lapisan stratosfer
dan mesosfer
dan melindungi Bumi dari sinar ultraungu. Perbedaan suhu permukaan Bumi adalah antara
-70 °C hingga 55 °C bergantung pada iklim setempat. Sehari dibagi menjadi
24 jam dan setahun di
Bumi sama dengan 365,2425 hari. Bumi mempunyai massa seberat 59.760
miliar ton, dengan luas permukaan 510 juta kilometer
persegi. Berat jenis Bumi (sekitar 5.500 kilogram per meter kubik) digunakan
sebagai unit perbandingan berat jenis planet yang lain, dengan berat jenis Bumi
dipatok sebagai 1.
Bumi
memiliki diameter
sepanjang 12.756 kilometer. Gravitasi Bumi diukur sebagai 10 N kg-1 dijadikan
unit ukuran gravitasi planet lain, dengan gravitasi Bumi dipatok sebagai 1. Bumi
mempunyai 1 satelit alami yaitu Bulan.
70,8% permukaan Bumi diliputi air. Udara
Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen dan 1% uap air, karbondioksida
dan gas lain.
Bumi
diperkirakan tersusun atas inti dalam Bumi yang
terdiri dari besi nikel beku setebal
1.370 kilometer dengan suhu
4.500 °C, diselimuti pula oleh inti luar yang bersifat cair
setebal 2.100 kilometer, lalu diselimuti pula oleh mantel silika setebal 2.800 kilometer
membentuk 83% isi Bumi dan akhirnya sekali diselimuti oleh kerak Bumi
setebal kurang lebih 85 kilometer.
Kerak Bumi
lebih tipis di dasar laut
yaitu sekitar 5 kilometer. Kerak Bumi terbagi kepada beberapa bagian dan
bergerak melalui pergerakan tektonik
lempeng (teori Continental Drift) yang menghasilkan gempa Bumi.
Titik tertinggi di permukaan Bumi adalah gunung
Everest setinggi 8.848 meter dan titik terdalam adalah palung
Mariana di samudra Pasifik dengan kedalaman 10.924 meter. Danau terdalam
adalah Danau
Baikal dengan kedalaman 1.637 meter, sedangkan danau terbesar adalah Laut Kaspia
dengan luas 394.299 km2.
Komposisi dan struktur
Bumi
adalah sebuah planet
kebumian, yang artinya terbuat dari batuan. Hal ini
berbeda dibandingkan gas
raksasa seperti Jupiter.
Planet ini
adalah yang terbesar dari empat planet kebumian, baik dalam hal massa maupun
ukuran. Dari keempat planet kebumian, Bumi juga memiliki kepadatan tertinggi,
gravitasi permukaan terbesar, medan
magnet terkuat dan rotasi paling cepat. Bumi juga merupakan satu-satunya
planet kebumian yang memiliki lempeng
tektonik yang aktif.
Bentuk
Putaran rotasi Bumi pada
poros utara-selatan yang berakibat terjadinya siang dan malam
Bentuk
planet Bumi sangat mirip dengan bulat pepat (oblate spheroid), sebuah bulatan yang
tertekan ceper pada orientasi kutub-kutub
yang menyebabkan buncitan pada bagian khatulistiwa.
Buncitan ini terjadi karena rotasi Bumi, menyebabkan ukuran diameter katulistiwa 43 km
lebih besar dibandingkan diameter dari kutub ke kutub. Diameter rata-rata dari
bulatan Bumi adalah 12.742 km, atau kira-kira 40.000 km/π. Karena satuan meter
pada awalnya didefinisikan sebagai 1/10.000.000 jarak antara katulistiwa ke
kutub utara melalui kota Paris, Perancis.
Topografi
lokal sedikit bervariasi dari bentuk bulatan ideal yang mulus, meski pada skala
global, variasi ini sangat kecil. Bumi memiliki toleransi sekitar satu dari
584, atau 0,17% dibanding bulatan sempurna (reference spheroid), yang
lebih mulus jika dibandingkan dengan toleransi sebuah bola biliar, 0,22%. Lokal
deviasi terbesar pada permukaan Bumi adalah Gunung
Everest (8.848 m di atas permukaan laut) dan Palung
Mariana (10.911 m di bawah permukaan laut). Karena buncitan khatulistiwa,
bagian Bumi yang terletak paling jauh dari titik tengah Bumi sebenarnya adalah gunung
Chimborazo di Ekuador.
Proses alam endogen/tenaga endogen adalah tenaga Bumi yang berasal dari dalam Bumi. Tenaga alam endogen bersifat membangun permukaan Bumi ini. Tenaga alam eksogen berasal dari luar Bumi dan bersifat merusak. Jadi kedua tenaga itulah yang membuat berbagai macam relief di muka Bumi ini seperti yang kita tahu bahwa permukaan Bumi yang kita huni ini terdiri atas berbagai bentukan seperti gunung, lembah, bukit, danau, sungai, dsb. Adanya bentukan-bentukan tersebut, menyebabkan permukaan Bumi menjadi tidak rata. Bentukan-bentukan tersebut dikenal sebagai relief Bumi. Komposisi kimia
Massa
Bumi kira-kira adalah 5,98×1024 kg. Kandungan utamanya adalah besi
(32,1%), oksigen (30,1%), silikon (15,1%), magnesium
(13,9%), sulfur
(2,9%), nikel
(1,8%), kalsium
(1,5%), and aluminium
(1,4%); dan 1,2% selebihnya terdiri dari berbagai unsur-unsur langka. Karena
proses pemisahan massa, bagian inti Bumi dipercaya memiliki kandungan utama
besi (88,8%) dan sedikit nikel (5,8%), sulfur (4,5%) dan selebihnya kurang dari
1% unsur langka.[10]
Ahli
geokimia F.
W. Clarke memperhitungkan bahwa sekitar 47% kerak Bumi terdiri dari
oksigen. Batuan-batuan paling umum yang terdapat di kerak Bumi hampir semuanya
adalah oksida (oxides); klorin, sulfur dan florin adalah kekecualian dan
jumlahnya di dalam batuan biasanya kurang dari 1%. Oksida-oksida utama adalah
silika, alumina, oksida besi, kapur, magnesia, potas dan soda. Fungsi utama silika
adalah sebagai asam, yang membentuk silikat. Ini adalah sifat dasar dari
berbagai mineral batuan beku yang paling umum.
Berdasarkan perhitungan dari 1,672 analisis berbagai jenis batuan, Clarke
menyimpulkan bahwa 99,22% batuan terdiri dari 11 oksida (lihat tabel kanan).
Konstituen lainnya hanya terjadi dalam jumlah yang kecil.
|
Tabel Kerak oksida F. W. Clarke
|
||
|
Senyawa
|
Formula
|
Komposisi
|
|
SiO2
|
59,71%
|
|
|
Al2O3
|
15,41%
|
|
|
CaO
|
4,90%
|
|
|
MgO
|
4,36%
|
|
|
Na2O
|
3,55%
|
|
|
FeO
|
3,52%
|
|
|
K2O
|
2,80%
|
|
|
Fe2O3
|
2,63%
|
|
|
H2O
|
1,52%
|
|
|
TiO2
|
0,60%
|
|
|
P2O5
|
0,22%
|
|
|
Total
|
99,22%
|
|
Lapisan Bumi
Menurut
komposisi (jenis dari materialnya), Bumi dapat dibagi menjadi lapisan-lapisan
sebagai berikut:
Sedangkan
menurut sifat mekanik (sifat dari material)-nya, Bumi dapat dibagi menjadi
lapisan-lapisan sebagai berikut:
Inti
Bumi bagian luar merupakan salah satu bagian dalam Bumi yang melapisi inti Bumi
bagian dalam. Inti Bumi bagian luar mempunyai tebal 2250 km dan kedalaman
antara 2900-4980 km. Inti Bumi bagian luar terdiri atas besi dan nikel cair
dengan suhu 3900 °C.
Inti
Bumi bagian dalam merupakan bagian Bumi yang paling dalam atau dapat juga
disebut inti Bumi. inti Bumi mempunyai tebal 1200km dan berdiameter 2600km.
Inti Bumi terdiri dari besi dan nikel berbentuk padat dengan temperatur dapat
mencapai 4800 °C
Teori pembentukan Bumi
Teori pembentukan Bumi adalah berbagai
teori yang diajukan sebagai penjelasan asal usul terbentuknya Bumi.Banyak
ilmuwan yang meneliti dan menyimpulkan peristiwa terbentuknya Bumi, dengan
berbagai teori
dan hipotesis
mereka.
Teori ato weebar`s hood
Pada waktu yang hampir bersamaan muncul teori
dari ahli ilmu alam [Perancis] George Louis Leelere Comte de Buffon.Yang
mengemukakan bahwa dahulu kala terjadi tumbukan antara matahari dengan sebuah komet yang menyebabkan
sebagian massa matahari terpental ke luar. Massa yang terpental ini menjadi
planet.
Teori Laplace
Seorang ahli Matematika
dan astronomi Perancis Pierre Simon Marquis de Laplace
1796 mengemukakan Bumi terbentuk dari gugusan gas panas yang berputar pada
sumbunya, kemudian terbentuk cincin - cincin. Sebagian cincin gas tersebut,
terlempar ke luar dan tetap terus berputar. Cincin gas yang berputar
akan mengalami pendinginan, sehingga terbentuklah gumpalan - gumpalan bola yang menjadi planet -
planet, termasuk Bumi.
Teori Planetisimal Hypothesis
Di kemukakan oleh, Forest Ray Moulton, seorang ahli astronomi Amerika
bersama rekannya T.C Chamberlain, seorang
ahli geologi,
yang mengatakan matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali, pada
suatu saat didekati oleh sebuah bintang lain yang melintas dengan kecepatan
tinggi di dekat matahari. Pada waktu bintang melintas di dekat matahari dan
jarak keduanya relatif dekat, maka sebagian massa gas matahari ada yang
tertarik ke luar akibat adanya gravitasi dari bintang yang melintas tersebut.
Sebagian dari massa gas yang tertarik ke luar ada yang pada lintasan bintang
dan sebagian lagi ada yang berputar mengelilingi matahari karena gravitasi
matahari. Setelah bintang melintas berlalu, massa gas yang berputar
mengelilingi matahari menjadi dingin dan terbentuklah cincin yang lama kelamaan
menjadi padat dan di sebut planetisimal. Beberapa planetisimal yang terbentuk
akan saling tarik - menarik bergabung menjadi satu dan pada akhirnya membentuk
planet, termasuk Bumi.
Teori Tidal
Dua orang ilmuwan Inggris, James Jeans
dan Harold Jeffreys, pada tahun 1918 mengemukakan
teori tidal. Mereka mengatakan pada saat bintang melintas di dekat matahari,
sebagian massa matahari tertarik ke luar sehingga membentuk semacam
[cerutu].Bagian yang membentuk cerutu ini akan mengalami pendinginan dan
membentuk planet - planet, yaitu merkurius, venus, BUMI,mars, yupiter,
saturnus,uranus,neptunus
Teori Weizsaecker
Pada tahun 1940, C.Von Weizsaecker, seorang
ahli astronomi Jerman mengemukakan tata surya pada mulanya terdiri atas
matahari yang dikelilingi oleh massa kabut gas. Sebagian besar
massa kabut gas ini terdiri atas unsur ringan, yaitu hidrogen dan helium.Karena
panas matahari yang sangat tinggi, maka unsur ringan tersebut menguap ke
angkasa tata surya, sedangkan unsur yang lebih berat tertinggal dan menggumpal.
Gumpalan ini akan menarik unsur - unsur lain yang ada di angkasa tata surya dan
selanjutnya berevolusi membentuk palnet - planet, termasuk Bumi.
Teori Kuiper
Gerald P.Kuiper
mengemukakan bahwa pada mulanya ada nabula besar berbentuk piringan cakram.
Pusat piringan adalah protomatahari, sedangkan
massa gas yang berputar mengelilingi promatahari adalah protoplanet.
Dalam teorinya, beliau juga memasukkan unsur - unsur ringan, yaitu hidrogen dan
helium. Pusat piringan yang merupakan protomatahari menjadi sangat panas,
sedangkan protoplanet menjadi dingin.Unsur ringan tersebut menguap dan malia
menggumpal menjadi planet - planet.
Teori Whipple
Fred L.Whipple, seorang
ahli astronom Amerika mengemukakan pada mulanya tata surya terdiri dari gas dan
kabut debu kosmis yang berotasi membentuk semacam piringan. Debu dan gas yang
berotasi menyebabkan terjadinya pemekatan massa dan akhirnya menggumpal menjadi
padat, sedangkan kabutnya hilang menguap ke angkasa.Gumpalan yang padat saling
bertabrakan dan kemudian membentuk planet – planet.
Banyak teori telah dikemukakan untuk menerangkan
asal mula bumi dan planet lain. semua teori ini sedikit lebih baik daripada
suatu rekaan yang cerdik karna tidak di dasarkan pada data yang mencukupi. Namun
demikian, meskipun kita hanya tahu sedikit tentang asal mula planet kita,
tetapi kita tahu banyak tentang bentuk, struktur, sifat, dan geraknya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar